4 Cara Pilih Buncis Bagus untuk Masakan, Hindari yan「Gambling app」g Berbintik

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Footballbettingrebate

DGambling appapatkaGambling appn Gambling appinformasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Hindari memilih buncis yang memiliki bintik kuning kecokelatan karena ini merupakan tanda bahwa buncis buruk kualitasnya. 

Baca juga: Resep Oseng Buncis Tahu Ebi, Tumis Sayuran Murah Meriah

Ilustrasi buncis.

Dua hal tersebut merupakan tanda bahwa buncis kurang bagus kualitasnya. Selain itu hindari pula membeli buncis yang patah sekalipun warnanya terlihat segar dan halus permukaannya. 

Buncis berkualitas akan menghasilkan rasa dan tekstur yang pas saat dimasak. Sedang, buncis yang buruk kualitasnya cenderung mudah busuk dan terdapat ulat di dalamnya. 

Baca juga: Pilih Buncis Segar, Beku, atau Kaleng? Begini Pertimbangannya

Kamu dapat mengetahuinya dengan cara melihat dan menyentuhnya. Guna menjaga kelembapannya, simpanlah buncis dalam tempat yang lembap seperti kulkas.

Buncis yang terlalu panjang umumnya akan memiliki kulit dan biji yang tebal, sehingga akan lebih berserabut dan keras teksturnya.

Baca juga: 3 Jenis Buncis dan Karakter Rasanya, Kacang Buncis sampai Kapri

Melansir laman Taste of Home, berikut cara memilih buncis yang bagus kualitasnya, tidak berulat, dan juga segar.

Buncis berkualitas memiliki kulit yang halus dan kencang. Jika kamu menemukan buncis yang kulitnya memiliki benjolan dan lipatan, baiknya tidak dibeli. 

Hal pertama yang harus dilakukan ialah memeriksa warnanya. Buncis yang bagus seharusnya berwarna hijau cerah.

Buncis yang panjang bukan berarti lebih bagus kualitasnya, justru malah sebaliknya. 

Ilustrasi buncis.

Buncis yang sudah tua dan kering akan berkurang rasa manisnya. Oleh karenanya, hindari memilih buncis yang sudah terlalu kering dan tua. 

KOMPAS.com - Cara memilih buncis yang bagus tidak bisa asalGambling app-asalan, terutama saat membeli buncis segar.